Editorial

Infrastruktur dan Pelayanan Kampus, Masih Jadi PR Besar Unsri

Infrastruktur merupakan elemen penting dalam mendukung setiap kegiatan kampus. Infrastruktur kampus yang baik memiliki korelasi dengan lulusan yang baik. Misalnya kita ambil contoh mengenai infrastruktur laboratorium. Jika laboratorium memiliki bangunan yang bagus, nyaman, dan memiliki peralatan yang lengkap dan canggih, maka akan mendukung mahasiswa dalam memahami materi dan menciptakan mahasiswa yang berkualitas.

Universitas Sriwijaya (Unsri) sejak 2011 telah mewacanakan untuk menjadi World Class University (WCU). Berdasarkan laporan Quacquarelli Symonds (QS), lembaga riset di bidang perguruan tinggi menyebutkan ada beberapa kriteria inti yang harus terpenuhi untuk menjadi WCU yang salah satunya adalah mengenai infrastruktur yang baik. Lalu, apa kabar infrastruktur Kampus Kuning Kita?

Infrastruktur yang baik akan menciptakan lingkungan belajar yang baik pula. Jika infrastruktur saja masih bermasalah, bagaimana bisa mewujudkan Unsri menjadi WCU?

Masalah infrastruktur kampus merupakan isu yang “seksi” untuk dibahas. Jika ditanyakan kepada masing-masing mahasiwa di setiap fakultas, maka tidak akan ada yang benar-benar puas dengan fasilitas yang ada. Mulai dari masalah laboratorium, ruang kelas, toilet, lahan parkir, tempat sampah, kantin, dan masih banyak lagi. Ini semua terbukti dengan tersebarnya banner yang bertuliskan keluh-kesah mahasiswa yang di antaranya adalah masalah infrastruktur di lingkungan kampus Unsri Palembang dan Indralaya.

Dalam agenda “Semangat Perbaikan Kampus” yang diadakan pada Senin (25/3) lalu, Rektor Unsri, Anis Saggaff berjanji untuk menyelesaikan masalah infrastruktur kampus hingga bulan Juli mendatang.

Sebenarnya, infrastruktur bukan hanya PR besar untuk Rektor saja, namun mahasiwa juga harus ikut andil dalam memecahkan masalah tersebut. Jika pihak Rektorat berperan dalam pembangunan dan pemeliharaan, maka mahasiswa berperan untuk menjaga. Infrastruktur yang sudah ada harus dijaga dan tidak dirusak, karena masih banyak mahasiswa yang kurang memiliki kesadaran untuk menjaga infrastruktur yang telah disediakan.

Terlepas dari masalah infrastruktur, masalah pelayanan ataupun birokrasi kampus di Unsri masih menjadi rapor merah pula. Mahasiswa masih sering mengeluh mengenai pengurusan berkas untuk beasiswa yang dinilai lamban, pegawai yang tidak ramah dan lain sebagainya. Masalah ini seharusya segera dituntaskan agar tidak menghambat kepentingan mahasiswa. Perekrutan pegawai juga harus dikaji ulang untuk menghindari praktik nepotisme. Jika praktik nepotisme masih ada, orang-orang yang memang kompeten dapat tersingkir.

Penulis: Redaksi

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *