ArtikelOpini

Indonesia Pernah Melakukan Pemakzulan Presiden

Beberapa hari terakhir ini jagat media massa dihebohkan tentang pemakzulan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Banyak media massa memberitakan proses pemakzulannya. Menurut wikipedia pemakzulan adalah sebuah proses penjatuhan dakwaan oleh badan legislatif secara resmi oleh pejabat tinggi negara atau kepala pemerintahan. Proses tersebut bisa berujung pada pemecatan suatu jabatan yang melalui pemungutan suara legislatif. Pemakzulan ini berada pada undang-undang konstitusi. Bukan hanya AS yang memiliki aturan tersebut namun banyak negara memiliki aturan yang sama seperti, Brasil, Rusia, Filipina dan Republik Irlandia. Di Indonesia sendiri pemecatan presiden dan / wakil presiden ada pada UUD 1945 Pasal 7A dan 7B. Sejarah singkat pemakzulan di AS pada abad ke 14 yang terinspirasi oleh konstitusional Inggris atas permintaan pertanggung jawaban para menteri raja, dikutip dari Los Angeles Time, 19 Desember 2019. Indonesia sendiri pernah terjadi pemakzulan presiden, ada beberapa tokoh diantaranya:

  1. Soekarno, siapa yang tidak kenal dengan Presiden Soekarno , presiden Republik Indonesia pertama ini dijuluki sebagai bapak proklamator. Banyak gebrakan dan segudang prestasi membawa nama negara Indonesia di kanca internasional, beliau berkuasa selama 20 tahun memimpin Indonesia. Beliau jugalah presiden pertama di Indonesia yang dimakzulkan, dengan kasus G30S PKI yang menjerat dirinya. Dengan adanya kasus tersebut MPRS menurunkannya secara resmi. Pasalnya saat itu secara defacto sehingga Soeharto menggantikan sebagi kepala negara. Pemakzulan ini termasuk pengkudetaan secara halus dilansir dari okezon.co.
  2. Soeharto, Setelah menggantikan presiden sebelumnya yang telah dikudetakan, Soeharto juga lengser dari jabatannya selama 32 tahun sebagai kepala negara. Bapak pembangunan ini mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei 1998 dengan insiden masa demonstran menduduki gedung DPR/MPR meminta Soeharto turun dari jabatannya karena tidak bisa mengembalikan keadaan yang lebih baik pada krisis ekonomi yang dialami Indonesia, selain itu kepemimpinannya juga dituding adanya Kolusi, Korupsi dan Nepotisme (KKN) dan hutang negara yang cukup besar.
  3. Abdurrahman Wahid atau yang sering disapa Gusdur ini, dimakzulkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Gusdur menjadi kepala negara pada tahun 1999 sampai 2001 menggantikan B.J Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil pemilu 1999. Pemilik selogan “gitu aja kok repot” ini dimakzulkan dengan kasus dekritnya yang membubarkan MPR, DPR dan partai Golkar yang difatwakan oleh Makamah Agung atas pelanggaran Konstitusi.

Tiga tokoh presiden indonesia yang dimakzulkan dan memakzulkan dirinya. Dalam peraturan perundang-undangan kepala negara bisa dimakzulkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang memiliki ketentuan-ketentuan yang sudah ditetapkan, meskipun begitu kita tidak boleh melupakan prestasi dan usaha para ketiga tokoh tersebut untuk Indonesia. semoga artikel in dapat bermanfaat bagi teman-teman yang membacanya.

Penulis: Dwi Ratna Kusumawati
Editor: Desi Rahma S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!