BeritaNews

Imbauan Pelarangan Memakai Gamis di FKIP Unsri Tuai Pro Kontra

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Memasuki tahun ajaran 2018/2019, beredar kabar adanya imbauan dari beberapa Kepala Program Studi (Kaprodi) Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk tidak menggunakan gamis di lingkungan FKIP Universitas Sriwijaya (Unsri).

Dwiki Sandy, selaku Kepala Dinas Politik Kajian dan Strategi (Polkastrat) BEM KM FKIP Unsri, menuturkan pelarangan menggunakan gamis masih berupa imbauan lisan dari beberapa Kaprodi, di antaranya prodi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), dan Bimbingan Konseling (BK).

Dwiki melanjutkan, pelayanan akademik dimatikan bagi mahasiswa yang masih melanggar aturan tersebut, padahal belum ada Surat Keputusan (SK) resmi.

“Saat diklarifikasi, hanya ada SK yang terbit tahun 2013 dan tidak memuat poin pelarangan menggunakan gamis di lingkungan FKIP Unsri,” jelas Dwiki.

Imbauan ini menuai pro dan kontra. Riska Trinanda, mahasiswa FKIP 2017, mengungkapkan persetujuannya apabila peraturan tersebut telah menjadi ketetapan pihak Dekanat FKIP.

“Kita tidak bisa menolak aturan yang sudah di tetapkan,” ungkapnya.

Berlawanan dengan Anita Puspita Sari mahasiswa FKIP 2016, ia tidak menyetujui larangan tersebut, karena baginya sudah menjadi kewajiban muslimah untuk berpakaian menurut syariat, sebagaimana ditetapkan pada kitab suci umat Islam.

Sampai saat ini, pihak BEM KM FKIP Unsri masih menunggu kepastian SK, dan belum melakukan kajian, karena masih berupa imbauan lisan.

Penulis: (sri)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *