Artikel

Hutan, Paru-paru Dunia yang Harus Kita Jaga

Tidak bisa dipungkiri, hutan merupakan salah satu potensi yang membanggakan. Jika satu pohon saja dianggap sebagai pahlawan dalam menyelamatkan satu kehidupan, lantas, hutan sebagai paru-paru dunia yang menyelamatkan ratusan kehidupan, kita sebut apa?

Indonesia diberkahi dengan hutan yang luas dan kaya akan manfaat. Hutan Indonesia merupakan hutan yang menyimpan banyak potensi energi yang sangat diperlukan dunia. Ini merupakan salah satu keistimewaan, mengingat hutan merupakan  salah satu pendukung penting keseimbangan alam.

Sebagai paru-paru dunia, tentunya hutan banyak memberikan manfaat untuk kita. Namun,  masih banyak oknum tidak bertanggung jawab yang merusak sumber kehidupan tersebut. Mulai dari penebangan pohon dihutan secara liar, penggundulan ladang, pembakaran hutan secara besar-besaran, dan masih banyak lagi. Sadarkah kalian, para oknum penjahat hutan, dampak dari perbuatan biadab kalian?  Banyak kehidupan yang akan terancam. Ada hewan dan tumbuh-tumbuhan yang terkena imbasnya.

Sama halnya dengan paru-paru sebagai sistem pernapasan yang bisa rusak jika pemeliharaannya tidak seimbang dengan penggunaannya, hutan pun sama. Perusakan hutan menyebabkan hewan kehilangan habitatnya, dan tumbuh-tumbuhan juga berpotensi mengalami kepunahan. Kita sebagai manusia pun merasakan dampaknya.  Sekarang sering terjadi banjir di Indonesia, padahal potensi hutan sebagai daerah resapan air belum sepenuhya punah, bukan? Coba dipikirkan kembali, jika hutan mulai rusak dan hilang di muka bumi ini, apa yang akan terjadi?

Boleh saja kita memanfaatkan potensi alam yang ada di hutan. Namun, alangkah baiknya dimanfaatkan sewajarnya, serta senantiasa dilestarikan. Melestarikan hutan dapat dilakukan dengan cara reboisasi, menerapkan larangan penebangan hutan secara liar, dan lain sebagainya.

Hutan yang lestari adalah salah satu pendukung untuk menjaga keseimbangan alam. Untuk itu seluruh lapisan masyarakat harus saling besinergi untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan hutan.

Penulis : Tiara Winiari

Editor: Dinar Wahyuni

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!