ArtikelOpini

Hentikan Catcalling pada Perempuan

Pernahkah kamu mendengar kata catcalling? Mungkin terdengar asing atau bahkan kebanyakan orang belum mengetahui istilah yang satu ini. Perlu diketahui bahwa catcalling adalah suatu bentuk pelecehan seksual.

Catcalling sendiri didefinisikan sebagai siulan, panggilan dan komentar yang bersifat seksual terhadap perempuan, yang pada umumnya sebagai korban utama. Terkadang kejadian seperti ini dianggap biasa saja dan menganggap kata-kata yang terlontar dari mulut pelaku sebagai sebuah pujian. Namun, tidak bagi korban dari catcalling. Hal ini justru menimbulkan rasa ketidaknyamanan dan perasaan tidak aman. Selain itu, bisa juga menghadirkan rasa trauma untuk jalan sendirian di tempat umum.

Salah satu contoh dari pelecehan ini baru saja dialami oleh juara Miss International 2017, Kevin Liliana saat keluar dari apartemennya. Pelecehan yang dialamai Kevin adalah tindakan seorang lelaki yang memberinya klakson, padahal ia tidak menghalangi jalan dan memberi wajah seperti ingin menciumnya.

Tindakan catcalling termasuk perbuatan yang melanggar hukum dan pelakunya pun dapat dijatuhi hukuman. Sayangnya, sampai saat ini belum ada aturan perundang-undangan mengenai catcalling. Apalagi, sulitnya pengumpulan bukti untuk melaporkan masalah pelecehan ini dikarenakan pelecehannya terjadi secara lisan.

Sejauh ini, hanya ada beberapa negara yang sudah memiliki undang-undang yang mengatur tentang pelecehan tersebut. Diantaranya Belgia, Portugal, Argentina, Kanada, New Zealand, Amerika Serikat dan Belanda yang pada 1 Januari lalu telah memberlakukan undang-undang catcalling.

Walaupun sudah ada undang-undang yang diberlakukan, yang namanya kejahatan pasti akan tetap ada. Sehingga perlulah peran kita bersama untuk menyadarkan para pelaku atas perbuatan mereka. Karena tidak sepatutnya kita hanya menyalahkan pakaian yang digunakan oleh perempuan saja. Tanamkan juga rasa saling menghormati satu sama lain dan pahami bahwa setiap orang baik laki-laki maupun perempuan membutuhkan rasa aman dan nyaman di mana dan kapan pun.

Penulis : Juniancandra Adi Praha
Editor    : Fatta Sofiana S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *