Lifestyle

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, sudah Tahu belum?

Tujuan nomor 3 Sustainable Development Goals (SDG’s) adalah menjamin kehidupan yang sehat untuk seluruh masyarakat di segala umur. Di Indonesia, tujuan SDG’s ini sulit dicapai. Karena Indonesia dihadapkan dengan berbagai kendala. Salah satu kendala yang di hadapi adalah transisi epidemiologi. Dimana sekarang Indonesia menghadapi 3 tren persebaran penyakit. Yaitu penyakit menular, penyakit tidak menular, dan kecelakaan kerja.

Beberapa  penyakit tidak menular tertinggi di Indonesia adalah penyakit Jantung koroner, stroke dan diabetes. Pemerintah berupaya menurunkan trend kejadian penyakit dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait peningkatan kualitas hidup sehat. Salah satunya adalah Intruksi Presiden No. 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas.

Germas adalah suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan, dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup (Warta Kesmas, 2017).  Dilakukan secara bersama maksudnya adalah, seluruh lapisan masyarakat turut berpartisipasi dalam gerakan ini. Mulai dari pemerintah pusat, pegawai daerah, pemerintah provinsi, pendidik, mahasiswa, sampai masyarakat.

Presiden Republik Indonesia menginstruksikan supaya para Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Pemerintah dan non Pemerintah, Direktur Utama BPJS Kesehatan serta Para Gubernur dan Bupati/Walikota untuk menetapkan kebijakan dan mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk mewujudkan program ini.

Lalu, apa saja tindakan yang termasuk dalam progrma Germas?

Ada 6 kegiatan gerakan hidup sehat. Yaitu penigkatan aktivitas fisik,  peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, peningkatan kualitas lingkungan, dan peningkatan edukasi hidup sehat. Namun, fakous dari program ini ada 3 kegiatan, yaitu :

  1. Peningkatan Aktivitas Fisik.

Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang melibatkan otot, rangka, dan mengakibatkan pengeluaran energi (Warta Kesmas, 2017). Kenapa aktivitas fisik? Teknologi yang semakin berkembang membuat masyarakat jarang melakukan aktifitas fisik. Teknologi yang sebetulnya mempermudah masyarakat ternyata memiliki dampak negatif terhadap perilaku. Teknologi mempermudah masyarakat berperilaku malas.

Contoh, kepasar dengan jarak 500 meter saja rata-rata orang Indonesia akan pergi menggunakan transportasi. Baik kendaraan pribadi atau jasa trasnportasi. Hal ini meningkatkan faktor risiko obesitas karena asupan kalori tidak digunakan untuk menghasilkan energi.

Dalam Germas, msyarakat Indonesia diwajibkan melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari. Aktivitas fisik terbagi menjadi 3 jenis yaitu aktivitas fisik ringan, aktivitas fisik sedentary (sedang), dan aktivitas fisik berat.

Aktivitas fisik ringan contohnya adalah bernafas, berjalan, mengetik, melihat, mendengar, membaca, menonton, menaiki anak tangga, dan lain-lain. Aktivitas sedentary (kebiasaan) contohnya adalah mencuci, memasak, membersihkan rumah, dan berkebun. Aktivitas berat contohnya adalah senam, renang, lari, dan olahraga berat lainnya.

Aktivitas fisik yang harus dilakukan dalam program ini adalah aktivitas fisik ringan dan sedentary dengan rentan waktu 150 menit, atau aktivitas berat dengan rentan waktu 30 menit rutin setiap hari (Dirjen p2ptm Kementerian Kesehatan).

  1. Konsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur adalah sumber nutrisi serat. Serat adalah makronutient yang dibutuhkan untuk merawat dan menjaga tubuh. Meskipun tidak mengenyakan, serat berfungsi menunda pengosongan lambung dan membersihkan sisa penyerpan makanan di usus. Konsumsi cukup serat akan memudahkan seseorang untuk buang air besar secara teratur 1 sampai 2 kali sehari. Karena fungsinya sebagai pembersih organ pencernaan. Selain itu serat juga membantu usus mempermudah penyerapan zat-zat gizi supaya zat gizi dari makanan yang di konsumsi terserap optimal.

Orang yang tidak mengkonsumsi cukup serat akan mengalami beberapa gangguan kesehatan. Mulai dari masalah sederhana seperti perut buncit karena tidak buang air besar teratur, kulit kering dan keriput, berat badan meningkat. Sampai masalah kesehatan yang serius seperti obesitas, stunting, penyakit jantung koroner, bahkan stroke.

Dirjen P2PTM Kementerian Kesehatan menetapkan jumlah serat yang harus di konsumsi per hari orang Indonesia.

Untuk sumber serat dari sayuran, porsi sayur yang dikonsumsi perhari sebanyak 2 porsi dengan ukuran satu porsi adalah satu mangkok penuh sayur mentah atau setengah mangkuk sayuran matang.

Untuk sumber serat dari buah-buahan, harus mengkonsumsi buah-buahan  2-3 kali sehari dengan ukuran satu porsi adalah setengah mangkuk buah yang diiris, atau satu gelas jus, atau satu buah jenis buah-buahan.

  1. Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Selain mencegah penyakit dengan memperhatikan asupan makanan dan aktivitas fisik, juga perlu untuk mengontrol kesehatan secara rutin. Mulai dari pemeriksaan sederhana seperti cek lingkar pinggang dan menimbang berat badan secara rutin. Sampai memeriksakan gejala gangguan kesehatan seperti skrining, pemeriksaan kadar kolesterol, memeriksakan tekanan darah, papsmear dan tes kesehatan lainnya. Tujuannya adalah mendeteksi kemungkinan gejala suatu penyakit dan memberikan penanganan segera.

Selain 3 hal fokus Porgram Germas diatas, masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh. Semua dimulai dengan pengetahuan yang cukup dan mengontrol diri dengan menerapkan manajemen waktu yang baik. Sehingga rutinitas sehari-hari tidak membahayakan kesehatan tubuh. Bantu pemerintah mensukseskan program Germas. Kita tidak sama, kita kerja sama, kita sehat bersama (Nila Faried Moeloek, Menteri Kesehatan RI).

Penulis: Relia Ariany
Editor: Yuli Susanti

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *