Artikel

Generasi Milenial, Generasi Beruntung yang Harus Tetap Bijak

Menurut survei nasional Centre for Strategic and International Studies (CSIS), generasi milenial ialah generasi yang kisaran umurnya 17-29 tahun. Generasi milenial merupakan generasi yang hidup di zaman digital. Beruntung sekali menjadi generasi milenial, dibandingkan dengan generasi sebelumnya, yang ketika menelpon saja susahnya bukan main.

Kemudahan yang didapat generasi milenial ini haruslah dimanfaatkan, jangan sampai dijuluki kudet (kurang update). Salah satunya adalah sosial media, yang banyak memberikan manfaat jika kita pintar menggunakannya.

Berdasarkan survei nasional CSIS tahun 2017, pemilik akun media sosial saat ini didominasi oleh generasi milenial. Mulai dari Facebook, Whatsapp, BBM, Instagram, dan Twitter. Alangkah baiknya media ini digunakan sebagai alat penebar informasi yang bermanfaat.

Namun, di balik manfaat yang diberikan oleh sosial media, selalu saja ada dampak negatif yang membarengi, seperti maraknya berita bohong yang beredar. Sebagai generasi yang hidup di zaman serba canggih ini, kita tidak boleh menelan semua infromasi tanpa menyaringnya lagi. Setiap informasi yang masuk harus diperiksa keabsahannya terlebih dahulu, dan memang, milenial itu harus bisa membedakan mana informasi yang baik untuk dikonsumsi dan tidak, jika tidak baik atau palsu pun memang harus bersuara bahwa informasi tersebut salah.

Selain berita hoax, salah satu masalah serius di sosial media ialah ujaran kebencian. Sayang sekali, saat ini sosial media yang penggunanya didominasi oleh para remaja malah dijadikan sarana untuk mencaci-maki. Jika si A salah maka si B, C, dan D mulai mengkritik, lebih tepatnya mencaci habis-habisan lewat sosial media.

Kita sebagai generasi milenial jangan sampai menodai sosial media dengan berita hoax, ujaran kebencian, serta menjadikannya sebagai tempat untuk debat kusir.  Jauh lebih baik jika kita membuat konten yang menarik dan bermanfaat, tunjukkan bahwa generasi milenial itu bukan sekadar pandai mengkritik, namun cekatan dalam membuat konten bermanfaat yang akan ditiru semua generasi.

Jadilah generasi milenial yang berpikir kritis, mulailah mencari tahu tentang segala hal yang ada di sekeliling kita, baik itu isu politik, ekonomi, sosial, dan budaya.  Ubahlah pandangan orang-orang yang menganggap generasi milenial itu sebagai generasi yang serba instan, cenderung permisif, gila gawai, dan manja.

Cobalah untuk berkontribusi, setidaknya bersuara untuk memecahkan masalah di sekitarmu, hindari penyebaran informasi tanpa fakta, dan yang terpenting, tebar manfaat di mana pun kamu berada.

Penulis: Desi Rahma Sari

Editor: Relia Ariani

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *