Berita

FGD Indeks Kemerdekaan Pers Sumsel Bersama Dewan Pers

PALEMBANG,GELORASRIWIJAYA.CO – Dewan Pers bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sriwijaya (FISIP Unsri) gelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai Indeks kemerdekaan pers di Provinsi Sumatera Selatan. Acara ini dilaksanakan pada Kamis (13/9) di hotel The Zuri, Radial Palembang. Dibuka oleh dekan FISIP Unsri Kiagus Mohammad Sobri, dan dipandu oleh Rustam Fachri Mandayun sebagai salah satu anggota Kelompok Kerja Pengaduan dan Penegakkan Etik Dewan Pers dan juga peneliti survey Indeks Kemerdekaan Pers

FGD ini dihadiri oleh para informan ahli dari berbagai unsur seperti akademisi, praktisi media massa, Komisi Penyiaran Indonesia, pemerintah, dan unsur penegak hukum. acara dimulai sejak pukul 11 siang sampai pukul 4 Petang.

FGD ini telah berlangsung di 34 provinsi lainya. Fakta yang ditemukan di Sumsel adalah menjamurnya media online digital di daerah-daerah. “tumbuhnya media online digital yang begitu banyak. Efek positifnya terdapat banyak saluran informasi, tapi negatifnya merepotkan pihak-pihak yang menjadi narasumber. Akibatnya terjadi penurunan kualitas profesi wartawan. Ini yang menjadi tantangan supaya tumbuhnya media tidak mempengaruhi turunya mutu kualitas profesi wartawan” Ujar Rustam.

Ia juga mengemukakan beberapa hal yang menjadi ancaman bagi kemerdekaan pers di Sumsel “di Sumsel masih ada ancaman bagi pekerja pers yang berada diluar koridor hukum. Disisi lain, wartawan juga masih ada yang teledor dalam menegakkan kode etik jurnalistik dan UU Pers dalam menjalankan profesinya” Lanjutnya.

Harry Yogsunandar selaku dosen Fisip Unsri mengemukakan peran Unsri sebagai lembaga akademik untuk mendukung kemerdekaan pers. “Peran Unsri selaku kalangan akademisi, memberikan kontribusi dari pemikiran dan cara pandang terhadap poin poin dari indeks kemerdekaan pers. Kita tidak hanya melihat dari segi lapangan tapi juga dari sisi ke ilmuwan juga”.

Menurutnya, mahasiswa harus menciptakan pemberitaan alternatif dari perspektif mahasiwa untuk mendukung kemerdekaan Pers. “Peran mahasiswa untuk menegakkan kemerdekaan Pers adalah dengan menjadikan berita alternatif tentang satu kasus yang berbeda dari sudut pandang mahasiswa. Karena mahasiswa masih terbebas dari kepentingan tersebut.” pungkasnya.

Terdapat 3 kesimpulan utama yang dapat diambil dari FGD ini. Pertama, semua pihak harus mempertimbangkan untuk menyediakan akses pada kaum disabilitas untuk bisa menikmati informasi. Kedua, soal usaha peningkatan kesejahteraan wartawan. Terakhir, mengurangi pers yang tidak professional.

Penulis : Piky Herdiansyah

Editor : Relia Ariany

 

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!