Artikel

Fenomena Crosshijaber Resahkan Kaum Hawa

Belum lama ini, media sosial diramaikan dengan fenomena Crosshijaber. Istilah Crosshijaber dapat diartikan seorang laki-laki yang berpakaian seperti Muslimah, bahkan ada yang menggunakan cadar.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa hal seperti ini ialah penyimpangan kodrat laki-laki. Dilansir dari situs web detik.com, Masduki Baidlowi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Informasi dan Komunikasi, mengatakan, “Jelas menyimpang! Laki-laki harus ditegakkan dalam sebuah lingkungan sosial untuk tetap dia menjadi dan mengembangkan jiwa kelelakiannya. Jangan dibiarkan dia mengembangkan jiwa keperempuanannya.”

Islam secara gamblang melarang kaumnya untuk menyerupai lawan jenisnya, baik itu laki-laki menyerupai perempuan ataupun sebaliknya. Penggunaan pakaian Muslimah oleh laki-laki tentu menimbulkan keresahan dan kegelisahan dari para wanita. Laki-laki yang menjadi Crosshijaber ini tak ayal mengenakan pakaian syar’i, seperti cadar untuk menutupi identitasnya, sehingga mereka mendapatkan akses untuk menggunakan fasilitas yang seharusnya diperuntukan bagi perempuan.

Tidak ada yang tahu motif atau penyebab fenomena ini muncul, bahkan MUI sendiri belum mendapat laporan atau temuan terkait fenomena ini. MUI berpendapat bahwa Crosshijaber ini hanya fenomena yang berkembang di media sosial.

Berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh republika.co.id, Pengamat Terorisme UGM, Najib Azca mengatakan fenomena unik diistilahkan menjadi ‘critical juncture’. Critical juncture adalah hadirnya sebuah keadaan yang mencapai titik kritis dan harus memutuskan apakah akan dipilih atau tidak.

Najib mengutarakan bahwa fenomena ini dipakai untuk menyudutkan kelompok Islam dan juga dapat dipakai untuk memojokkan mereka yang dalam kelompok agama lain, non agama, atau liberal.

Menanggapi fenomena yang berkembang di media sosial saat ini, kita sepatutnya bertindak arif. Akan lebih baik jika permasalahan seperti ini dilimpahkan kepada pihak yang berwenang untuk mencari tahu siapa dalang di balik fenomena Crosshijaber ini, dan apa motif mereka melakukan hal tersebut. Saat semua kalangan paham penyebab fenomena ini terjadi dan pihak berwenang sudah menindaklanjutinya, tentu tidak akan timbul emosi dan keresahan dari masyarakat, khususnya kaum wanita.

Penulis: Royan Dwi Saputra

Editor: Dinar Wahyuni

Facebook Comments

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!