Puisi

Elegi Bumi Pertiwi

Karya: Annisa Dwi Kurnia

Desingan mesin adu saing
Kepulan asap pabrik berlomba menggapai langit
Hutanku, menjelma tunggul tanpa nama

Sungai terenyuh,
Air matanya tumpah ruah di kota-kota
Berkat undangan sampah yang sesakkan dada
Kau, Manusia!
Adakah rasa bersalah?

Elegi ini ku lantunkan perlahan
Lebih sunyi dari malam yang merindu
Daun-daun bergesekan di rimba raya

Elegi ini ku senandungkan dengan tabah
Tentang para penguasa yang haus harta
Sumber daya alam dikeruk hingga suntuk
Lingkungan rusak kehilangan bentuk
Terkutuk!

Aku ingin hidup lebih lama
Dengan sungai yang mengalir bahagia
Dengan udara yang ku hirup tanpa tergesa
Juga, hutan yang tetap tinggal bersama pohonnya

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *