Berita

Drama “Madekur dan Tarkeni” Berhasil Memukau Penonton dan Raih Nilai A

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Mahasiswa FKIP Bahasa Indonesia angkatan 2015 kelas Indralaya selenggarakan pementasan drama berjudul “Madekur dan Tarkeni” di gedung Teater Gabi Unsri Indralaya, Senin (16/4). Dengan adegan mengejutkan yang memukau penonton dan menuai apresiasi luar biasa dari dosen berhasil tuntaskan ujian akhir semester mata kuliah pementasan drama dengan nilai “A”.

Desy Andavianti sebagai Sutradara menjelaskan bahwa pementasan drama ini diselenggarakan sebagai ujian akhir semester mata kuliah pementasan drama mahasiswa FKIP bahasa indonesia 2015 kelas Indralaya, naskah karya Arifin Cenur ini diinterpretasi dan kami rombak lagi,  untuk persiapan pementasan prosesnya dimulai dari bulan Januari (awal mulai masuk kuliah sampai pementasan hari ini) mulai dari penggarapan naskah, setting lighting, backdrop dll.

“Aktornya duduk di bangku penonton terus bikin resah kiri kanan, lihat nggak dompet saya dimana, lihat nggak ada maling tuh, baru dia bilang coper – copet dan dikejar – kejar”. Adegan dengan tekhnik masuk aktor dari bangku penonton tersebut sengaja disetting untuk membuat sesuatu yang berbeda dan ¬†mengejutkan penonton ujar sutradara.

“Sudah beberapa kali saya nonton drama dan ini menurut saya bagus banget, terus dapat semua rasa lucu ada, sedih ada, pokokya seru bangetlah nonton ini nggak nyesel,¬† benar-benar mengejutkan pokoknya keren banget,” ujar Nurul Fauziah salah satu penonton pentas.

Didi Suhendi sebagai dosen pembimbing mengapresiasi dan berkomentar, secara umum pementasannya bagus artinya mereka berhasil menginterpretasi naskah dari Arifin Cenur, lighting, property dan aktingnya cukup bagus untuk nilainya “A” yang artinya tuntas, karena mereka bukan pekerja profesional waktu yang diberikan hanya 3 bulan dan konsentrasinya terbagi-bagi untuk mata kuliah lain juga, tapi seperti yang disaksikan pementasannya luar biasa.

Dedi Suhendi juga menyampaikan pesan moral dari drama ini, “Syukuri hidup, di balik kehidupan kita ada orang yang perlu mendapatkan perhatian dan bantuan, sehingga kita dapat memandang bahwa hidup adalah harmonisasi antara golongan atas dan bawah. golongan atas harus memberikan simpati dan empati kepada golongan bawah dan golongan bawah juga tidak muluk-muluk bersuka cita tinggi yang tidak sesuai dengan yang mereka miliki,” ujar dosen pembimbing sebagai pesan moral yang diambil dari pementasan drama tersebut.

Penulis : (shi)
Editor : (num)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!