BeritaNews

Dosen dan Karyawan Unsri Lakukan Pendaftaran Vaksinasi secara Kolektif

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Universitas Sriwijaya (Unsri) membuka pendaftaran dan mengoordinasi dosen serta karyawan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 pada Selasa (9/3). Pendaftaran dibuka hingga 9 Maret 2021 pukul 18.00 WIB, dan mendapatkan 785 pendaftar yang terdiri atas dosen serta karyawan Unsri dari berbagai fakultas dan program studi (prodi).

Wakil Rektor (WR) II, Taufik Marwa mengatakan bahwa daftar dosen dan karyawan yang telah terkumpul akan segera diusulkan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). “Selanjutnya akan segera kita usulkan ke Dinkes Provinsi Sumsel, kemudian kita akan menunggu jadwal vaksinasi dari Dinkes,” jelasnya.

Beliau menambahkan bahwa sebenarnya pendaftaran untuk mengikuti vaksinasi dapat dilakukan secara mandiri, namun untuk mempermudah, Unsri membuat pendaftaran secara kolektif. Beliau juga mengatakan harapan Unsri dalam melakukan kegiatan vaksinasi adalah agar dosen dan karyawan sehat walafiat. “Harapannya supaya dosen dan karyawan sehat walafiat sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal,” tegasnya.

Ketua Jurusan (Kajur) Ilmu Komunikasi, Andries Lionardo mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh seluruh dosen maupun karyawan Unsri. “Menurut saya, vaksinasi ini wajib karena merupakan anjuran dari pemerintah langsung demi kesehatan masyarakat sendiri,” ujarnya.

Beliau juga mengatakan bahwa kegiatan vaksinasi yang akan dilakukan oleh dosen dan karyawan Unsri dapat menjadi tolak ukur direncanakannya metode pelaksanaan perkuliahan di semester yang akan datang. “Kegiatan vaksinasi ini bisa menjadi tolak ukur apakah di semester yang akan datang perkuliahan dapat dilaksanakan secara offline kembali,” ujarnya.

Andries mengungkapkan selain dosen dan karyawan, mahasiswa juga sebaiknya melakukan vaksinasi agar tercipta lingkungan kampus yang sehat dan aman. “Apabila diperlukan, syarat mahasiswa untuk memasuki lingkungan kampus ketika perkuliahan telah dilaksanakan secara offline kembali, harus memiliki sertifikat tanda yang bersangkutan telah melakukan vaksinasi,” tegasnya.

Penulis: (tha)

Editor: (fey)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!