Opini

Di Tengah Covid-19, Mahasiswa Bisa Berbuat Apa?

Sebulan berlalu sejak pertama kalinya pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 yang terjadi di Indonesia. Kegelisahan akan hadirnya keberadaan virus yang mampu membunuh orang dalam jumlah banyak ini pun terjawab sudah. Hari demi hari, kabar mengenai korban yang terinfeksi dan gugur juga mulai memenuhi laman pemberitaan media. Bila dilihat, setiap harinya angka dari kasus Covid-19 di tanah air menunjukkan grafik yang terus meningkat.

Dampak dari pandemi yang satu ini tentunya telah menghambat dan merampas gerak bebas masyarakat untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Terlebih lagi saat pemerintah mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar guna memutus rantai penyebaran dari virus ini. Sebut saja salah satunya, yakni mahasiswa yang sudah dirumahkan oleh kampusnya masing-masing. Namun, apakah dengan mahasiswa dirumahkan tidak bisa berbuat apa-apa? Apakah mahasiswa hanya berkutat dengan kesibukan menyelesaikan tugas yang diberikan dosen? Apa mahasiswa fokus menghabiskan maraton film sambil berbaring di atas kasur?

Sangat disayangkan, jika mahasiswa yang katanya agen perubahan dan pengontrol kehidupan sosial menutup mata dengan apa yang saat ini sedang terjadi. Mahasiswa seharusnya bisa mengambil peran dari Covid-19 yang tak berkesudahan ini. Ada banyak hal di kehidupan bermasyarakat kita saat ini yang dapat dibantu oleh mahasiswa.

Langkah dasar yang dapat dilakukan mahasiswa yakni menjadi warga yang kreatif dan pemimpin. Apa yang bisa dilakukan oleh mereka? Saat pandemi seperti ini, mahasiswa berkesempatan melakukan tindakan pencegahan virus terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. Kaum intelektual seharusnya dapat memberikan contoh yang baik bagaimana setiap individu membentengi diri. Bukan malah keluyuran dan nongki di sebuah tempat karena merasa suntuk selama karantina di rumah.

Apalagi saat ini kebanyakan masyarakat kita melakukan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan. Beberapa daerah pemukiman yang melarang adanya pemakaman bagi para korban Covid-19. Mungkin saja yang dilakukan oleh masyarakat sebagai bentuk ketakutan mereka akan terjangkit virus bila ada korban Covid-19 yang dikuburkan tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Nah, mahasiswa dalam konteks ini hadir sebagai seseorang yang melakukan pencerdasan kepada masyarakat. Bahwa korban yang hendak dikuburkan tersebut adalah bagian dari masyarakat itu sendiri yang gugur dalam peperangan melawan virus ini. Penyakit yang menyebabkan korban meninggal pun bukanlah aib untuk masyarakat tidak menerima jasadnya. Mirisnya, saat korban yang meninggal tersebut ialah bagian dari tim gugus depan yang gugur karena terjangkit dari pasien yang dirawatnya.

Selain itu, cara yang dapat ditempuh mahasiswa dalam memerangi Covid-19 dengan mengadakan gerakan besar bersama mahasiswa pada satu universitas atau seluruh Indonesia. Mahasiswa dapat mengajak masyarakat melalui media sosial ataupun website untuk mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik, bukan malah sibuk untuk menimbun bahan makanan di rumah. Melalui gerakan besar seperti ini, mahasiswa juga dapat melakukan penggalangan donasi yang ditujukan kepada yang membutuhkan di tengah pandemi.

Mahasiswa juga dapat melakukan gerakan sosial dengan terjun langsung menjadi relawan satgas Covid-19. Berbagai disiplin ilmu yang ditekuni oleh setiap mahasiswa dapat ambil bagian dalam melawan virus satu ini. Terutama bagi mahasiswa semester akhir yang sampai saat ini mungkin masih menunggu kelanjutan jadwal wisuda yang ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Disamping mahasiswa yang disiplin ilmunya berkaitan dengan kesehatan, mahasiswa lainnya dapat pula menjadi relawan dengan menyalurkan bantuan logistik makanan bergizi, vitamin, masker dan lain sebagainya, dengan begitu segala elemen yang ada saling bahu-membahu untuk menyudahi penyebaran Covid-19. Kemudian, yang ada hanya cerita bersama yang disimpan sebagai sebuah memori dan Indonesia kembali pulih.


Penulis : Juniancandra Adi Praha

Editor: Desi Rahma Sari

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!