BeritaNews

Diklat Petani Kelapa Sawit Benteng Pertahanan Indonesia

INDRALAYA, GELORA SRIWIJAYA – Badan Pengelola dan Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP), Asosisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia dan Universitas Sriwijaya (Unsri) mengadakan diklat petani kelapa sawit dengan tema strategi sosial ekonomi dan siasat teknis biogeofisik peremajaan kebun kelapa sawit yang kali ini menghadirkan petani kelapa sawit dari kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (4/4).

 

Petani OKU menjadi peserta terakhir dalam program diklat petani kelapa sawit wilayah Sumatra Selatan. Diklat telah berlangsung selama lima hari, terhitung dari tanggal pembukaan (31/3) sampai hari penutupan kemarin (4/4) yang dilaksanakan di hotel galaxy, Palembang.

Rangkaian kegiatan selama lima hari tersebut, diisi oleh materi dari beberapa dosen fakultas pertanian yang berkompeten di bidang kelapa sawit mulai dari pematerian mengenai pembangunan kerjasama dan dinamika kelompok, penyiapan bahan tanam dan pembibitan, pengelolaan kesesuaian lahan, hingga pola dan permasalahan peremajaan kebun kelapa sawit dan materi lainnya. Tidak hanya pematerian di lapangan, diklat ini juga mengajak petani berkunjung langsung ke lapangan ke Balai Penelitian Sembawa, mereka melihat langsung bibit bersertifikat yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Sembawa dan kunjungan yang kedua mengajak petani ke lahan praktik mahasiswa fakultas pertanian Unsri di Agro Training Center disana petani kelapa sawit diperkenalkan dengan macam metode pengelolaan lahan yang tidak hanya terpaku dengan menanam kelapa sawit saja.

Fahrurrozie Sjarkowim selaku ketua penyelenggara berharap “pelatihan ini kita telah memberikan benteng ancaman dari luar negeri maupun dari dalam negri jangan sampai dikalahkan oleh negara lain, tentu dari ribuan petani di setiap kabupaten yang telah di training sangat bergantung dengan peran mereka, harapan saya di desa tersebut bergabung membentuk Badan Usaha Milik Desa dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) bagaimana menyebarkan ilmu-ilmu praktik kepada petani yang lain, sehingga masa depan kebun kepala sawit Indonesia akan cerah, baik dari segi kuantitas meningkat, kualitas bersaing dan diharapkan kehidupan keluarga petani sejahtera,” ungkapnya.

Dewan perwakilan wilayah APKASINDO Sumatra Selatan, Slamet menuturkan ”saya telah mengusulkan untuk dilakukannya pelatihan seperti ini lagi setiap kabupaten dan harus dilakukan dua kali perkabupaten untuk memenuhi luasan kabupaten di Sumatra Selatan”.

Penulis : (shy)

Editor : (yst)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!