PuisiSastra

Di Sepanjang Garis Pantai Berpasir Hitam

Di sepanjang garis pantai berpasir hitam
Tercipta keangkuhan yang dalam
Tumbuh dan mengakar dalam setiap jengkal kerikil yang tajam
Berharap mampu mengalahkan hantaman ombak yang melebur ketika tiba menyentuh bibirnya

Bersama pekatnya buih lautan yang hinggap
Hadir pula hembusan angin tak ramah
Seolah memberi peringatan
Tertuju pada keangkuhan yang kian melanggar adat

Tanyakan bagaimana nasib potongan pohon kelapa sekarat yang tergeletak dan membusuk
Meminta belas kasih sepanjang zaman
Sekian ratus abad mungkin sanggup dilahapnya
Demi tunas-tunas baru yang mulai menghijau

Di sepanjang garis pantai berpasir hitam
Tak penatkah buih beracun itu datang
Setiap hari menyapa kehidupan yang dihampirinya
Bahkan enggan memberi kesempatan bertanya
Sudikah kehidupan menyediakan ruang untuk datang dan kembalinya
Mampukah ia tak kembali dengan keadaan sakit yang sama

Tak ada kesempatan untuk sedikit saja bertanya
Menerima adalah jalan keluar satu satunya
Meskipun pekat menyelimuti pandangannya
Meski pasir-pasir putih tak pernah menghampirinya

Penulis: Defa Septhya Amanda

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
error: Content is protected !!