Artikel

Dampak Psikologis Tantangan 10 Year Challenge Awal Tahun 2019

Layaknya sebuah virus, sesuatu yang viral akan cepat sekali menyebar luas hingga kepenjuru dunia. Termasuk Indonesia sendiri pada awal tahun 2019 lalu juga tidak ingin ketinggalan akan sesuatu yang viral. Alasan mendasar dari sesuatu yang viral ini adalah rasa ingin tahu dan butuhnya suatu pengakuan.

Salah satu yang masih membekas di kalangan warganet di awal tahun 2019 yaitu adanya sebuah tantangan baru di dunia maya. Tantangan bernama “10 Year Challenge” sempat viral dikalangan pengguna Instagram dan Twitter. Tantangan 10 Year Challenge ini mengajak para warganet untuk mengunggah foto dengan kurun waktu yang berbeda. Dimana foto yang diunggah adalah foto jadul pada tahun 2009 dan foto di tahun 2019. Disamping itu ada sebagian dari warganet yang bercerita mengenai kedua foto yang mereka unggah pada kolom caption.

Fenomena yang terjadi ini merupakan bagian dari kemajuan tekonolgi yang semakin berkembang dan tentunya memiliki suatu nilai positif. Akan tetapi, dibaliknya juga banyak para pengguna sosial media yang memberikan respon negatif dengan tantangan ini. Melihat dari banyaknya respon para warganet. Sebnaarnya, apakah ada dampak psikologi yang dirasakan oleh warganet yang mengikuti tantangan ini?

Dilihat dari dampak positifnya, tantangan 10 Year Challenge mampu menjadikan kita sebagai pribadi yang  tetap bersyukur. Sebab adanya perubahan yang dialami selama sepulu tahun berlalu. Selain itu, adanya rasa motivasi dari diri kita untuk terus berkarya dengan rasa kreatifitas yang tinggi. Kita juga mampu untuk menilai mana yang salah dan mana yang benar dari adanya tantangan ini.

Menanggapi fenomena dunia maya ini, Dosen Psikologi Universitas Sriwijaya Indra Pratama Nugroho menyampaikan bahwa terkadang setiap orang membutuhkan yang namanya kreatifitas baik yang bersifat teknologi maupun dari sifat perilaku orang tersebut. Karena kreatifitas merupakan bagian dari bakat dan pengembangan aktualiasi diri yang sepatutnya untuk ditingkatkan.

Berbicara mengenai dampak negatifnya mungkin tidak akan ada habisnya untuk dibahas. Akan tetapi, perlu untuk diketahui bahwa tantangan 10 Year Challenge ini memiliki dampak psikologis. Mungkin yang akan muncul dari tantangan 10 Year Challenge ini adalah perilaku body shaming. Kegiatan yang mengkritik dan mengomentari dengan negatif bentuk tubuh orang lain maupun diri sendiri inilah yang akan terlontarkan saat kita melihat gambar 10 Year Challenge.

Dari perilaku body shaming inilah yang nantinya akan menimbulkan dampak psikologis seperti rasa cemas, rasa tidak nyaman, timbulnya rasa tidak percaya diri, bisa saja seseorang tersebut membeci dirinya sendiri dan depresi yang nantinya bertekad untuk mengakhiri hidupnya. Kejadian seperti ini biasanya akan terjadi pada warganet usia muda yang melakukan pencarian identitas diri. Sehingga perlunya peran seorang guru agar anak-anak yang mengikuti tantangan ini berkembang sesuai jalurnya. Peran kedua orang tua di rumah juga sangat dibutuhkan untuk melihat psikologi perkembangan anak-anaknya.

Dari fenomena ini, pentingnya kesadaran diri kita sebagai warganet yang budiman. Sudah semestinya kita merubah pola pikir terhadap sesuatu yang viral, mengubah seuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, merubah rasa ketidakmampuan menjadi lebih baik dari sebelumnya, buatlah segala sesuatu itu dapat dilihat dari sudut pandang yang belum terbiasa untuk dilakukan dan berhenti untuk memandang sesuatu hanya dari sisi negatifnya saja.

Penulis : Annisa Ayu Lestari

Editor: Desi Rahma S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *