Artikel

Cintai Dirimu Sebelum Mencintai Orang Lain

Semua dari kita pasti pernah mencintai seseorang, baik itu pasangan, orang tua ataupun keluarga. Mencintai orang lain terasa sangat mudah untuk dilakukan. Kita dapat menerima dan menghargai setiap kekurangan yang dimiliki oleh orang yang kita cintai. Namun, apakah kita bisa menerima kekurangan yang kita miliki? Apakah kita telah mencintai diri kita sendiri?

Mungkin benar, mencintai orang lain lebih mudah dibanding mencintai diri sendiri karena biasanya orang akan menetapkan standar-standar yang lebih ketat untuk diri sendiri daripada untuk orang lain. Kita biasanya sangat susah untuk menerima dan memaafkan kesalahan yang kita perbuat dan berujung dengan menghukum diri sendiri, baik itu disengaja ataupun tidak. Lain halnya jika kesalahan tersebut dilakukan oleh orang lain, kita cenderung dapat dengan mudah memaafkan kesalahannya dan menganggap enteng hal tersebut.

Semua orang juga sangat sering membanding-bandingkan diri mereka dengan orang lain. Mereka mencari setiap inchi kesalahan dan kekurangan yang ada di diri mereka dan membandingkan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki orang lain.

Mencintai diri sendiri merupakan perihal menghargai diri sendiri, menerima dan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Menurut Margaret Paul Ph.D, mencintai diri sendiri adalah perilaku memahami nilai sebenarnya dalam diri, tentang apa yang sebenarnya ada di dalam diri anda, bukan menilai diri berdasarkan penampilan fisik atau performa diri. Nyatanya, pemikiran dan tindakan yang lebih mencintai dan mendahulukan orang lain tersebut tidaklah sehat. Pasalnya, sifat manusia memang tidak akan pernah merasa cukup terhadap apa yang telah dimiliki dan hal tersebut dapat mengurangi rasa syukur atas yang telah Tuhan berikan.

Terkadang, sifat acuh tak acuh tak selamanya buruk. Kita dapat menjadi acuh tak acuh terhadap apa yang dipikirkan orang lain kepada kita, entah itu buruk atau baik. Karena mendengarkan setiap ocehan orang lain tentang diri kita hanya akan membuang-buang waktu. Hidup bukanlah tentang kompetisi diri menghadapi orang lain, melainkan melawan diri kita sendiri untuk lebih baik lagi dari hari kemarin. Jadilah versi terbaik dari diri kita sendiri, karena setiap orang akan memiliki cerita kehidupannya masing-masing.

Jadi, mari maafkan dirimu sendiri mulai dari sekarang, terimalah segala kekurangan yang ada di dirimu dengan lapang dada karena kekurangan tersebut juga merupakan bagian dari nilai diri yang kamu punya. Cintailah dirimu sendiri dulu sebelum belajar mencintai orang lain. Jangan jalani hidupmu untuk membahagiakan orang lain sebab kebahagianmulah yang terpenting.

Penulis: Febby Anggraini

Editor: Dinar Wahyuni

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!