ArtikelOpini

Cara Membangun Personal Branding

“Jokowi itu presiden yang merakyat

“Lho, itu Raditya Dika si komika yang terkenal itu, ya?”

“Lihat deh, ini Vanessa Angel yang terlibat skandal prostitusi online, kan?”

Pernahkah kita mendengar perkataan seperti diatas? Jika iya, maka secara tidak langsung kita sebenarnya telah mengenal personal branding seseorang. Apasih yang dimaksud personal branding?

Istilah personal branding atau citra diri sudah menjadi hal yang terbiasa didengar dikalangan publik figur. Personal branding sendiri berarti cara yang digunakan untuk memperkenalkan diri terhadap publik, dan bagaimana mengembangkan serta memaksimalkan potensi yang dimiliki sehingga memiliki nilai lebih sebagai ciri khas yang akan melekat pada diri seseorang.

Personal branding bukan serta-merta membangun ciri khas pada seseoang, namun juga bertujuan untuk memudahkan orang lain dalam mengingat siapa kita. Banyak yang beranggapan bahwa personal branding hanya untuk orang-orang tertentu seperti publik figur. Tetapi sebenarnya, kita sebagai generasi muda khususnya mahasiswa juga harus membangun personal branding masing-masing. Terlebih, personal branding akan sangat terasa dibutuhkan saat kita mulai terjun ke dunia kerja.

Bayangkan jika kita diibaratkan sebagai sebuah produk elektronik dengan merek Apple. Ketika mendengar kata Apple tentunya yang terlintas dibayangan kita adalah sebuah merek yang mewah, berkelas dan mahal. Sehingga, Apple menjadi salah satu merek yang menjadi bahan petimbangan paling tinggi diantara merek lainnya. Hal Inilah yang menjadi personal branding dari sebuah Apple.

Hal tersebut juga berlaku bagi kita, lho. Sebisa mungkin kita harus membangun personal branding yang bernilai positif seperti, sosok yang sportif, ceria, berjiwa sosial tinggi, mandiri dan lain-lain. Jangan sampai yang terbangun justru citra negatif dimata publik. Sebab sudah tentu kita tidak ingin dikenal karena perilaku yang buruk, bukan?

Lalu  bagaimana cara yang digunakan untuk membangun personal branding?

1. Cari tahu diri kita yang sebenarnya

Hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan berkenalan terhadap diri sendiri. Mulailah dengan mencari tahu jati diri, hobi, passion, cita-cita dan hal-hal mendetail tentang diri kita.

2. Kreatifitaskan melalui media yang mendukung

Jika kita telah mengenal diri sendiri, maka temukanlah media yang dapat digunakan sebagai sarana branding. Misalnya ingin dikenal sebagai seorang penulis, maka media yang dapat dignunakan dapat berupa Blog, Tumblr, Wattpad dan lain-lain. Saat ini karena kemajuan teknologi, personal branding pun dapat dilakukan melalui media sosial sepeti Instagram, Twitter, YouTube, dll.

3. Ceritakan pada dunia

Mem-branding diri melalui media sosial belum cukup, lho. Selain media sosial kita harus menceritakan pada dunia dengan cara berkenalan dengan orang-orang baru terkait brand yang sedang kita bangun. Semakin banyak relasi tentunya semakin baik, bukan?

4. Pertahankan brand yang telah dibangun

Setelah publik mulai mengetahui personal branding kita, selanjutnya adalah pertankan brand tersebut. Jangan sampai karena nilai setitik, brand yang telah di bangun dari nol hancur seketika karena tidak dijaga. Teruslah mem-branding dengan hal-hal positif dan pertahankan agar brand tersebut tidak punah.

Dengan keempat cara diatas, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak segera menemukan personal branding yang tepat, yuk bangun hal positif dari sekarang!

 

Penulis : Herni Widyaretha
Editor    : Fatta Sofiana S

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!