EditorialOpini

Calon Lain Gak Akan Kuat, Biar Kami Saja.

“Bilangin sama dilan, yang berat itu bukan rindu tapi amanah.”-Anonim

Terlepas dari banyaknya komentar negatif sebelum penanyangan, siapa menyangka saat ini Dilan menjadi Film terlaris pertama di tahun 2018 setelah 1 minggu rilis dengan lebih dari 2,2 Juta Penonton. Rayuan Dilan bukan hanya menarik hati Milea tahun 1990 namun juga menarik hati para Calon Kepala Daerah 2018.

Pertama-tama mari kita ucapkan selamat kepada calon-calon kepala daerah yang akan berkompetisi pada pilkada serentak tahun ini, setidaknya KPU Mencatat Pendaftar berjumlah 569 Calon kepala daerah pada Pilkada 2018 ini.
4 hari setelah film ini rilis, jagat maya dihebohkan dengan munculnya icon Pemuda dari salah satu partai politik yang mencatut nama Dilan, Dilan tersebut memang bertolak belakang dari Dilan yang ada di Tulis oleh Ayah Pidi Baiq, jika Dilan yang di tulis ayah merupakan visualisasi seorang berandal namun Dilan yang berpolitik tersebut merupakan anak yang memiliki leadership yang bagus dan berasal dari sumatera namun bersuku jawa.

Ayahpun sigap mengklarifikasi melalui akun twitternya menyatakan bahwa tidak ada kontrak apa pun antara ia dengan partai yang bersangkutan.

Tak mau disudutkan begitu saja, Partai tersebut mengklaim Maskot Dilan yang mereka buat di ciptakan oleh “tim Art” mereka di tahun 2015. namun sekali lagi, hal ini belum menguatkan mereka akan penamaan tersebut karena menyusul kemudian, Ayah mengklaim Dilan miliknya diciptakan pada tahun 2013 dan di bukukan 2014, artinya partai tersebut kalah start 1 tahun lebih cepat.

Namun satu hal yang pasti, ramainya Quote-Quote Dilan yang di pelesetkan di jagat maya ternyata membuat tokoh politik di daerah daerah ikut menjadikan Quote dilan sebagai bahan Kampanye misalnya.
“Dilan (jutkan saja) oleh …. “ dengan tagline “Jangan Salah Pilih, Gak akan Kuat, Biar …… saja”
Ada lagi
“Tak Perlu(DILAN)da Kebingguan” dengan tagline “Yang Lain? Gak akan kuat Biar ….. Saja”

Tidak ada yang salah, malah sebenarnya cara seperti ini dapat menarik pemilih pemula, namun dapat membuat apatis juga, tinggal masalah sudut pandang saja. Di satu sisi pemuda pemudi indonesia akan berpikir cara seperti ini apakah mampu menarik pemilih pemula? Namun di sisi lain akan muncul pendapat pendapat seperti “Ah untuk apa milih yang tidak kreatif?” juga akan menjadi pewarna perbedatan pendapat di kalangan muda.

Apalagi kalau yang bergini tidak mendapatkan restu dari empunya langsung yang memiliki karya, siapa lagi kalau bukan ayah Pidi Baiq.

Andai para calon tersebut terpikir untuk menggunakan maskot yang lebih mewakili anak muda tanpa harus menimbulkan kontroversi karna mengklaim sana sini pasti akan lebih mudah menarik hati kaula muda. Younglex dan awkarin Contohnya.

Penulis : Makinudin
Editor : (kyh)

Facebook Comments

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!