ArtikelOpini

Body Shaming, Kegiatan Buruk yang Timbulkan Sejuta Bahaya

“Aku gendutan, ya?”

Pernahkah kalimat tersebut meluncur dari lidahmu? Kalau pernah, berarti kamu telah melakukan body shaming pada fisikmu sendiri.

Body shaming ialah istilah yang merujuk pada kegiatan mengkritik dan mengomentari dengan negatif bentuk tubuh dan penampilan, baik diri sendiri maupun fisik orang lain. Body shaming seringkali tanpa sadar dilakukan oleh orang terdekat, seperti teman bahkan oleh keluarga. Atau mungkin, kamu sendiri yang pernah melakukan body shaming?

“Kurus banget, kayak tiang listrik.”

“Gembul banget, diet dong.”

Meskipun kalimat-kalimat tersebut kerap disuarakan dengan nada bercanda atau hanya sekadar basa-basi, bisa saja ucapan tersebut melukai hati korban dan membuatnya tidak nyaman.

Tak hanya dalam bentuk kalimat langsung, body shaming seringkali dilakukan di jagat maya. Banyak foto-foto, meme, serta video di sosial media yang kerap menggunakan fisik seseorang sebagai bahan olokan. Padahal, Pelaku penghinaan termasuk body shaming di sosial media dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3, pasal 45 ayat 3 UU No. 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik yang kini menjadi UU No. 19 tahun 2016. Ancaman hukumannya ialah penjara paling lama 4 tahun atau denda paling bayak 750 juta.

Dampak yang ditimbulkan dari perilaku body shaming ini pun sangat banyak. Terlebih dampak psikologis pada target body shaming, karena body shaming sama saja dengan perilaku bullying. Kegiatan ini dapat membuat korban kehilangan kepercayaan diri, bahkan bisa berujung membenci diri sendiri dan depresi, korban akan terus-terusan merasa dirinya buruk. Selain itu, pada beberapa kasus, korban akan melakukan diet ketat dan olahraga ekstrem untuk mencapai bentuk tubuh yang diimpikan, sehingga dapat menyebabkan gangguan pola makan seperti bulimia dan anoreksia nervosa. Di lain kasus, korban bisa saja melakukan jalan pintas seperti operasi plastik karena tidak tahan terus-terusan diejek. Bahkan, yang lebih parah, korban dapat nekat mengakhiri hidupnya karena tidak tahan lagi mendapat perlakuan body shaming dari lingkungannya. Melihat dampak buruk yang ditimbulkan dari body shaming, sudah sepatutnya perilaku tidak terpuji ini segera dihentikan.

Tuhan sudah menciptakan kita dengan sebaik mungkin dan dalam porsi yang sangat tepat. Jika kamu tidak bisa menghargai fisikmu atau pun mencela fisik orang lain, berarti kamu sudah tidak menghargai ciptaan Tuhan. Setiap manusia diciptakan dengan keunikan dan ciri khas masing-masing, yang membedakan dirinya dengan manusia-manusia lain. Cara yang paling tepat untuk menghargai ciptaan tuhan ini ialah dengan menjaga fisik kita agar tetap sehat dan merawatnya dengan baik, tidak perlu mengubahnya menjadi seperti selebritis yang kerap dijadikan kiblat cantik dan tampan oleh banyak orang. Cara unuk menghargai ciptaan Tuhan ini juga bisa dilakukan dengan tidak mengomentari dengan negatif bentuk tubuh dan penampilan orang lain.

Penulis: Dinar Wahyuni

Editor: Desi Rahma Sari

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!