ArtikelLifestyle

Berhemat, Ringankan Beban Orang Tua

Merantau, jauh dari orang tua merupakan hal pasti yang dirasakan mahasiswa. Banyak hal baru akan dilewati sendiri tanpa ada keluarga menemani. Merantau itu memberikan banyak cerita dan pembelajaran hidup, mulai dari kisah unik, menarik, bahagiah, duka bahkan air mata. Menuntut ilmu di tanah rantau memang menyenangkan, namun juga menjadi beban yang harus dipertanggung jawabkan kepada keluarga, terutama orang tua. Banyak hal yang harus diperhatikan agar tidak merugikan diri sendiri, apalagi merugikan keluarga. Mulai dari belajar hidup mandiri, memilih teman bergaul, bahkan biaya hidup. Sangat disayangkan jika datang jauh-jauh dari desa tercinta, namun selama merantau tidak memperoleh apa-apa. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang merugi.

Pendidikan itu mahal, banyak hal yang harus dikorbankan untuk menempuhnya. Coba hitung sudah berapa banyak materi dikeluarkan orang tua kita, berapa banyak tenaga mereka yang sudah terkuras untuk kita, bahkan harus berapa lama lagi kita memaksa orang tua kita untuk bekerja?

Pernakah terlintas dipikiran kita bagaimana cara orang tua memenuhi kebutuhan keluarga? Mungkin bukan masalah bagi mereka yang hidup berkecukupan. Dan memang orang tua wajib memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya. Namun tidak ada salahnya jika kita berhemat untuk mengurangi beban orang tua. Kali ini penulis akan berbagi tips hidup hemat untuk mahasiswa, hal-hal yang dapat dilakukan diantaranya:

1. Pastikan tujuan kita disini adalah menuntut ilmu. Bukan bergaya, bukan tamasya dan bukan hanya untuk bersenang-senang yang nirfaedah.
2. Pilih teman yang dapat memotivasi untuk selalu rajin dalam segala hal. Seperti selalu hadir dalam perkuliahan, tidak terlalu sering hura-hura, serta hal yang lebih bermanfaat terkait perkuliahan. Lebih baik bila bermanfaat juga untuk akhirat.
3. Menghindarlah dari teman yang tujuannya hanya berhura-hura, ingat tips hemat tidak akan terlaksana jika anda berhura-hura. Sekali-kali boleh, namun alangkah baiknya untuk tidak melakukannya.
4. Cukup dengan pakian yang ada, jangan terlalu sering membeli pakian yang tidak terlalu dibutuhkan. Hindari membeli karena gaya kekinian dan takut dibilang tidak punya banyak pakian.
5. Kurangi membeli paket data seluler, kalau hanya membuka sosial media yang bisa menguras uang saku. Kamu cukup datang ke kampus gunakan wifi gratis kampus yang tersedia dimana-mana. Pastikan menemukan koneksi wifi kampus yang lancar.
6. Perlu diingat bahwa ini adalah tips hemat, bukan tips menjadi anak kost yang pelit.
7. Mulailah mencoba berbisnis dari hal sederhana. Modal tak terlalu besar namun bisa bertahan lama. Pilih bisnis yang selalu dibutuhkan mahasiswa lainnya, contohnya jualan pulsa.
8. Cucilah pakaianmu sendiri, hindari menggunakan jasa laundry. Jika biaya laundry 7 ribu per kilogram, maka dengan uang 5 ribu saja, kita dapat memebeli detergen, yang dapat digunakan untuk mencuci berkali-kali. Masih mau laundry? Berhentilah malas, cucilah baju setiap kali selesai memakainya.
9. Tidak bisa masak? Anak rantauan akan lebih hemat jika masak sendiri. Bila biaya makan 1 kalinya 10 ribu, maka uang yang keluar untuk 3 kali makan adalah 30 ribu. Coba dikalikan 30 hari, artinya kamu mengahbiskan uang 900 ribu hanya untuk amkan saja. Jika kita masak sendiri mungkin uang yang keluar hanya 600 ribu per bulan. Sisanya bisa ditabung atau untuk membeli buku.
10. Terakhir yang paling jitu, tips ini juga akan menyehatkan tubuh serta mendapatkan pahala. Tips terakhir ini adalah melakukan puasa Senin dan Kamis bagi kita umat muslim. Bukankah begitu? selain hemat, akan banyak manfaat yang kamu dapatkan.

Dari sekian banyak tips diatas, Netizen memilih tips hemat nomor berapa?

Mulailah dari hal yang sederhana untuk berhemat. Cobalah dari sekarang, jika bisa sekarang, mengapa harus menunda besok? Satu hal yang harus kita ingat! Mari melakukan hidup hemat demi mengurangi beban orangtua kita. Ingatlah, orang tuamu saat ini menunggu di rumah dan ingin cepat melihatmu menggunakan toga di hari wisuda.

Penulis : Muslim Suandi
Editor : Nurma Afrinda Prandansari

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *