Editorial

Benarkah Phubbing Bisa Merusak Hidupmu?

Tidak bisa dipungkiri, untuk masalah berbicara dengan orang lain tanpa menggenggam telepon sangat menyulitkan. Zaman yang semakin canggih, bersamaan dengan tingginya penggunaan gadget saat ini membuatnya sulit untuk dilepaskan. Gadget merupakan salah satu alat komunikasi dilengkapi dengan fitur-fitur lengkap. Salah satunya fitur sosial media seperti Instagram, Whatsaap, Line, Facebook dan lain sebagainya. Perhatian seseorang pun teralihkan ketika menggunakan gadget, sehingga mengacuhkan orang sekitar dan menganggap gadgetnya lebih menarik.

Pernahkah kalian kumpul bersama teman-teman dalam satu lingkungan dengan tujuan reuni, kerja kelompok atau lain-lain? Namun kenyataannya, mereka lebih asyik menikmati gadget miliknya, jadi untuk apa kumpul bersama teman kalau saat berbicara saja diacuhkan?

Fenomena tersebut menimbulkan istilah “Phubbing, Apa itu phubbing? Phubbing adalah suatu tindakan acuh tak acuh seseorang di dalam sebuah lingkungan karena lebih fokus pada gadget daripada membangun sebuah percakapan.

Disadari atau tidak, zaman sekarang anak kecil saja sudah punya gadget. Padahal dahulu sebelum mengenal gadget, anak-anak banyak memainkan permainan tradisional yang dimainkan pada masanya. Kecanduan pada gadget sangat mudah terjadi. Seseorang yang sudah tercandu gadget akan sulit untuk menjalani kehidupan nyata, misalnya mengobrol dan berinteraksi. Perhatian pecandu akan berfokus pada dunia maya. Bahkan jika dipisahkan dari gadget akan menimbulkan rasa gelisah.

Apakah kalian tahu bahwa phubbing berdampak negatif pada kehidupan? Salah satunya yaitu lupa waktu. Terlena akan dunia maya menyebabkan waktu terbengkalai. Ketika waktu seharusnya digunakan untuk belajar malah terbuai dan lupa untuk belajar. Saat kumpul bersama keluarga untuk menambah keharmonisan, malah sibuk dengan gadget dan mengacuhkan. Bagaimana kita nyaman berkomunikasi jika mata terpaku pada layar gadget? Tentu saja kita merasa terabaikan dan malas untuk berbicara dengan orang yang bersangkutan. Hal tersebut juga dapat menjauhkan hubungan dan komunikasi antar personal pun berkurang. Jadi apa yang harus dilakukan untuk mengurangi phubbing ?

Adapun menurut Psikolog Meity Arianty, cara yang biasa dilakukan adalah dengan memberi batasan. Pertama, atur berapa lama menghabiskan waktu didepan gadget, setelah itu tinggalkan dan fokus ke hal lain. Kedua, tentukan zona waktu dimana gadget tidak boleh hadir diantara kita disaat bersamaan, misalnya saat makan, acara keluarga, atau sedang diskusi. Ketiga, tinggalkan gadget disuatu tempat yang dirasa tidak akan mengganggu acara bersama keluarga, teman atau relasi.

Memang awalnya tidak terbiasa jika tidak melihat isi gadget, namun lama kelamaan kamu akan menyadari betapa menyenangkan mengobrol tanpa interupsi gadget. Ada pepatah mengatakan jikalau phubbing itu “Medekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat,” dari pepatah tersebut dapat ditarik bahwa phubbing mampu memudahkan kita menjalin komunikasi yang baik dengan seseorang dari jarak jauh. Hal tersebut memang kita anggap biasa. Namun, sadarkah kita bahwa hal itu juga malah menjauhkan hubungan dengan orang yang berada disekitar. Setelah mengetahui bahwa phubbing lebih banyak menimbulkan dampak negatif, masihkah ingin melakukannya?

Awalnya memang akan sulit melakukannya, namun setidaknya kita berusaha mengurangi. Letakkan gadgetmu sejenak, ajaklah berbicara orang disampingmu dan ciptakan suasana menyenangkan bersama orang-orang terdekat yang ada disekelilingmu.

Penulis : Redaksi

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close