BeritaNews

BEM KM Unsri Paparkan Empat Tuntutan yang Terealiasi

INDRALAYA, GELORASRIWIJAYA.CO – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Sriwijaya (BEM KM Unsri), menggelar konferensi pers mengenai isu kampus di tengah pandemi. Pemaparan berbagai rentetan isu yang telah berjalan sejak April hingga Agustus tersebut, bertempat di Sekretariat BEM KM Unsri dan disiarkan secara daring lewat aplikasi Google Meet, Senin (24/8).

Mengawali jalannya konferensi pers, Presiden Mahasiswa, Muadz menjelaskan bahwa diadakannya agenda yang mengundang UKM/UKK, Komunitas, BEM Fakultas serta insan media Unsri, sebagai bentuk pertanggung jawaban publik. “Pertanggung jawaban BEM selaku perwakilan mahasiswa terkait sejauh mana isu ini berjalan. Bukan akhir, tapi menegaskan isu kampus di tengah pandemi yang akan terus dibawa.”

Kemudian, pemaparan kronologis isu kampus di tengah pandemi dilanjutkan oleh Doki Efendi selaku Wakil Presiden Mahasiswa. Disela pemaparannya, Doki menungkapkan bila tak kunjung dikeluarkannya kebijakan oleh rektorat merupakan bagian dari strategi. Sehingga mahasiswa merasa dilema dan digantung.
“Ada cerita menarik, setelah dilangsungkannya telekonfrensi bersama WR 3. Salah satu pegawai mengatakan bahwa kebijakan akan dikeluarkan diakhir Juli”, tambahnya.

Sementara, Sekretaris Menteri Advokasi Kampus, Suci Hikmah menyebutkan rapat pimpinan rektorat Unsri di Kantor Pusat Administrasi, sempat membahas soal Tugu Unsri. Terdapat empat dari tujuh tuntutan yang direspon melalui kebijakan yang dikeluarkan. Keempat poin tersebut diantaranya poin tuntutan nomor 2,3,5 dan 6.

Adapun rangkuman keempat poin tuntutan yang terealisasi, sebagai berikut :

  1. Tuntutan poin 2
    Kebijakan pemotongan UKT 50% untuk mahasiswa semester 9 yang mengambil maksimal 6 SKS sudah ditinjau ulang dan akhirnya diperuntukan kepada seluruh mahasiswa yang sudah mengambil tugas akhir. Namun beberapa fakultas kurang responsif dan ada yang sampai saat ini belum menerapkan kebijakan tersebut. Untuk persentase penerapan kebijakan ini secara keseluruhan sebesar 80%.
  2. Tuntutan poin 3
    Keringanan, penundaan dan pencicilan UKT sudah berlangsung dimasing-masing fakultas dan pengajuan diperbolehkan untuk seluruh mahasiswa baik kelas Palembang atau Indralaya yang terdampak pandemi Covid-19. Dari informasi yang berhasil kami rangkum, regulasi dan pengumpulan berkas sudah jelas namun ada beberapa dekanat fakultas yang mengaku belum mendapat intruksi yang jelas terkait penundaan dan pencicilan UKT. Persentase penerapan kebijakan ini adalah sebesar 90%.
  3. Tuntutan poin 5
    Dalam SK Rektor No.0058/UN9/SK.BUK.KU/2020 tidak menuliskan bantuan tambahan masa studi bagi mahasiswa 2013, 2014 dan 2015. Namun saat ini seluruh fakultas sudah memberikan bantuan berupa penambahan semester, penurunan UKT dan juga percepatan proses penyelesaian tugas akhir. Persentase terlaksananya kebijakan ini adalahs ebesar 100%.
  4. Tuntutan poin 6
    Dengan telah dikeluarkannya kebijakan terkait bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) ini, tentu saja telah membantu mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan kuliah. Poin keenam akan tetap kita kawal bersama sampai permasalahan pembayaran UKT selesai dan tidak ada mahasiswa yang tidak melanjutkan kuliah karena terhalang beban ekonomi.

“Point ke-3 sudah direalisasikan dibeberapa fakultas. Masih ada fakultas yang asing terkait penudaan dan pencicilan, karena belum pernah memberikan potongan UKT,” imbuhnya.

Dirinya pun menambahkan bahwa poin tuntutan yang belum terealisasi akan tetap menjadi pekerjaan rumah bersama, sampai batas akhir pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Sedangkan, poin nomor 4 mengenai bantuan subsidi kuota akan ditinjau kembali.


Penulis: (jap)

Editor: (rhs)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!