BeritaNews

Bantuan Stimulan UKT Tak Kunjung Cair, HMI Komisariat FH Layangkan Pernyataan Sikap

SUMATERA SELATAN, GELORASRIWIJAYA.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumatera Selatan), Herman Deru telah menyalurkan bantuan stimulan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak Covid-19 pada 7 Agustus lalu. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis kepada Wakil Rektor III Universitas Sriwijaya di Graha Bina Praja Provinsi Sumsel. Namun, hingga hari ini bantuan stimulan UKT yang seharusnya menjadi hak mahasiswa tak kunjung dicairkan.

Menyikapi lambannya penyaluran bantuan oleh Unsri, Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Fakultas Hukum (HMI Komisariat FH) melayangkan pernyataan sikap, Selasa (22/9).

Dio Rivaldo selaku Ketua HMI Komisariat FH menilai bahwa Unsri telah bekerja pasif dan kehilangan momen. “Adanya kerja pasif dari pihak unsri yang seharusnya berlaku dinamis dan kelalaian kewajiban hukum, yang mengakibatkan kerugian materiel maupun non materiel terhadap mahasiswa. Saya kira sudah kehilangan momennya dan sangat luar biasa dampak yang dilakukan oleh Unsri,” ungkapnya.

Ia pun mengaku banyak menerima aspirasi mahasiswa di lingkup FH Unsri. Dimana terdapat mahasiswa penerima bantuan yang lebih dulu menalangi pembayaran UKT dengan uang hasil pinjaman. Dengan harapan nantinya dana bantuan stimulan UKT bisa menutupi uang pinjaman tesebut.

Adapun penyampaian pernyataan sikap yang dilayangkan sebagai berikut:

1. Menuntut pihak Unsri untuk segera memberikan bantuan tersebut kepada mahasiswa,

2. Menuntut pihak Unsri untuk aktif melayani pertanyaan dan saran yang dikemukakan mahasiswa selaku pihak penerima bantuan tersebut,

3. Menuntut pihak Unsri untuk membuka dialog bersama mahasiswa penerima bantuan tersebut jika masih terdapat permasalahan dalam hal ini persyaratan dan regulasi terkait pelaksanaan pendistribusian bantuan UKT Pemprov.

Dio juga mengatakan bila ke depannya belum dilakukan penyaluran oleh Unsri, pihaknya akan terus mengawal hingga bantuan tersebut dicairkan. “Jelas ada untuk langkah selanjutnya, kalaupun mau dilakukan aksi pasti akan dikaji lagi. Kita juga akan bermitra dan mengajak kerja sama lembaga negara untuk mengawasi pencairan ini, seperti Ombudsman. Kami juga siap jika pihak Unsri mau berdiskusi bersama kami,” tutur Dio.

Salah satu mahasiswa Ilmu Keperawatan sekaligus penerima bantuan stimulan UKT yang tak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa memang benar belum menerima bantuan tersebut. Lebih lanjut, dirinya mengaku bahwa di awal pendataan, pihak kemahasiswaan Fakultas Kedokteran menyampaikan jika bantuan akan diterima oleh mahasiswa yang sudah terdaftar.

“Untuk kerugian memang tidak berdampak sama sekali. Tapi selaku yang sudah terdata dapat bantuan tersebut, pastinya sudah mengharapkannya. Di awal pun harapannya uang ini dapat membantu meringankan UKT, karena sebelumnya ini ‘kan didata sebelum bayar UKT,” pungkasnya.

Penulis: (jap)

Editor: (din)

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!