Opini

Baca Buku Konvensional di Era Teknologi, Yakin?

Pernah dengar istilah “Buku adalah jendela dunia”? Yaps, istilah yang dari dulu sampai sekarang masih lumrah digunakan untuk menarik minat setiap orang agar senang membaca buku. Istilah tersebut mengajak kita bahwa dengan membaca buku, kita sudah membuka jendela dunia karena banyak sekali ilmu pengetahuan yang kita dapat. Saking kerennya sebuah buku, Bung Hatta pun rela dipenjara asalkan bersama buku, hehehe.

Singkat cerita, saat itu, jari-jariku masih sibuk membolak-balikkan halaman buku yang kubaca. Sedari kecil memang aku sudah dibiasakan untuk senang membaca buku. Mulai dari belum adanya teknologi sampai menjamurnya teknologi saat ini, membaca buku masih menjadi hal yang menyenangkan bagiku.

Tuk tak tuk tak …

Langkah cepat seorang gadis remaja dengan make up tebal kekinian dan tahi lalat besar di dekat bibirnya mendekatiku dan melihat buku yang kupegang.

“Aduh, zaman sekarang masih baca buku, enggak-lah yaw.”

Mendengar kata-kata itu langsung kujawab dengan istilah jitu yang selama ini selalu kubanggakan.

“Lah, memangnya kenapa? Kan buku adalah jendela dunia.”

Cewek judes yang nyatanya adalah temanku langsung menjawab,

“Iya dulu, sekarangkan jamannya internet.”

Istilah itu mendadak berubah menjadi internet adalah jendela dunia. Bahkan electronic book (e-book) sudah bertebaran di internet dan yang pastinya internet lebih terjangkau dibandingkan dengan membeli satu buah buku yang harganya bisa 70.000 rupiah ke atas.

Aku mengabaikan perkataannya, namun kalau dipikir-pikir apa yang dia katakan tidak sepenuhnya salah. Faktanya, saat ini di Indonesia, berdasarkan hasil survei data United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), menunjukkan bahwa indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Ini berarti, dari 1.000 penduduk Indonesia yang memiliki minat baca hanya satu orang, atau perbandingannya 1:1000. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya pengguna internet saat ini, dan ditambah banyaknya platform sosial media yang semakin membuat orang malas untuk membaca buku. Tidak hanya itu, harga buku pun juga menjadi alasan tersendiri bagi orang yang malas membaca buku.

Aku terdiam mendengar perkataannya. Namun, tak lantas menghilangkan hobi membacaku begitu saja. Karena bagi penggila buku bacaan seperti aku ini, ada hal yang berbeda saat kamu membaca buku konvensional ketimbang e-book. Apalagi kalau buku baru, wah aromanya paling aku suka.

Tepat di hari buku sedunia yang jatuh pada tanggal 23 April yang diadakan oleh UNESCO untuk mempromosikan peran membaca, penerbitan dan hak cipta, aku kembali teringat oleh perkataan temanku. Aku berpikir mengapa saat ini orang malas membaca buku konvenisonal. Kenyataan yang ada saat ini, bahwa banyak orang malas membaca buku itu murni bukan dari dirinya sendiri, namun faktor teknologi dan faktor sosial-lah yang membuat setiap orang menjadi malas membaca buku. Contohnya saja dari diriku sendiri, aku terkadang malu untuk menenteng buku di tanganku. Ya, seperti yang kalian tahu, aku takut di-judge sebagai kutu buku oleh teman sebayaku atau contoh lainnya di bidang teknologi. Saat ini, apa yang tidak ada dalam internet? Tinggal ketik di kotak pencarian maka apa yang dicari akan langsung ada. Mungkin itulah penyebab orang-orang jadi malas baca buku konvensional.

Namun, kalau ditanya masih perlukah membaca buku konvensional? Maka akan kujawab dengan lantang “masih”. Bagiku ada perbedaan yang jelas antara buku konvensional dengan e-book. Memang, setiap orang memiliki titik nyamannya sendiri dalam hal membaca buku, begitu pula dengan diriku. Aku lebih nyaman membaca buku konvensional dibandingkan e-book. Kenapa? Selain karena nyaman di mata, membaca buku konvensional juga bisa lebih menghargai penulis buku. Tidak hanya itu, sebuah studi di tahun 2014 mengatakan bahwa kemampuan untuk mengingat informasi penting, bagi orang-orang yang membaca e-book tidak sebanyak orang-orang yang membaca buku konvensional.

Apapun pilihanmu, jangan pernah untuk meninggalkan membaca buku. Hidup terlalu singkat untuk mencoba semua hal yang ada di dunia. Tapi, mencoba semua hal yang ada di dunia tidak akan menjadi mustahil dengan meluangkan beberapa menit untuk membaca buku.

Selamat Hari Buku Sedunia.

Penulis : Nova Novita

Editor: Desi Rahma Sari

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!