Artikel

Arsen, Racun Pembunuh Munir

Arsenik merupakan racun yang terletak di golongan VA perioda 4 pada tabel priodik susunan berkala unsur-unsur kimia dengan rumus molekul As bernomor atom 33. Berbentuk serbuk, berwarna abu-abu metalik, tidak berbau, berat molekul: 74,92 g/mol, titik lebur: 817°C, tidak larut dalam air. Arsen ini termasuk kedalam unsur golongan metaloid yakni unsur antara logam dan non-logam. Perbedaannya dengan unsur logam yaitu, metaloid bersifat semikonduktor sedangkan logam adalah penghantar panas yang baik (konduktor).

Arsen ini sifatnya berbahaya terhadap kesehatan dengan organ sasaran ginjal, paru-paru, sistem saraf pusat, dan membran mukosa. Rute paparannya jangka pendek, jika terhirup, bahan ini dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernafasan. Saat terkena kulit akan menyebabkan iritasi pada bagian yang terkena demikian juga terkena mata dan tertelan, dapat menyebabkan efek terhadap saluran pencernaan, sistem kardiovaskuler, sistem saraf pusat, serta ginjal. Efek yang terjadi meliputi gastroenteritis berat, kehilangan cairan tubuh dan elektrolit, gangguan jantung, syok, kejang dan gangguan ginjal.Karena tingkat bahaya inilah Arsen merupakan racun yang bisa mematikan.

Arsen menjadi pemicu terbunuhnya Munir salah satu aktivis HAM Indonesia. Munir diracun saat sedang melakukan perjalanan udara menuju Amsterdam Belanda dalam rangka melanjutkan studi S2. Menurut beberapa sumber, Munir Said Thalib dinyatakan sudah tidak bernyawa 2 jam sebelum pesawat mendarat di bandara Belanda.

Pada umumnya Arsen anorganik digunakan untuk keperluan dalam bidang pertambangan, seperti tambang batu bara dan peleburan tembaga. Senyawa ini juga banyak digunakan dalam beberapa sektor industri, seperti pengolahan kaca, tekstil, cat, pengawet kayu, hingga amunisi. Di alam Arsen dapat ditemukan di air, udara maupun tanah.

Bila sudah bercampur kedalam bahan lain senyawa ini sangat sulit dideteksi. Arsenik tidak bisa dibaui, tidak bisa dirasa, dan juga disentuh. Arsenik bahkan dapat menyatu apik dalam baik makanan ataupun minuman. Munir diduga keracunan arsenik lewat makanan atau minumannya. Racun yang membunuh munir Arsenik anorganik, Arsenik Trioksida dalam bentuk serbuk yang tercampur kedalam makanan atau minumannya. Menurut salah satu Jurnal Sains Terapan, menyebutkan bahwa Arsen anorganik ini dapat larut dalam air atau berbentuk gas dan dapat terpapar pada manusia.

Penulis: Fatmawati
Editor: Desi Rahma Sari

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close
error: Content is protected !!