Artikel

Zoom, Andalan Komunikasi Berbasis Daring yang Berbahaya

Aplikasi Zoom atau Zoom Meetings adalah aplikasi andalan yang mulai naik daun ketika segala komunikasi secara langsung harus dialihkan sementara menjadi komunikasi berbasis dalam jaringan (daring). Aplikasi ini biasa digunakan untuk melakukan panggilan video dalam rapat, penyampaian materi perkuliahan, dan sebagainya. Dilansir dari gensindo.sindonews.com pengguna zoom melonjak hingga 1.900 persen selama masa pandemi covid-19.

Pengguna harian zoom juga meroket dari 10 juta pengguna di akhir Desember menjadi 200 pengguna saat ini. Keunggulan aplikasi zoom yang terbilang nyaman, dapat menyediakan gambar yang jernih, serta terbilang aplikasi ter-praktis untuk melakukan pertemuan secara daring, menjadi beberapa alasan mengapa aplikasi ini menjadi primadona untuk melakukan komunikasi berbasis daring.

Namun, selain kelebihan tentunya aplikasi ini memiliki kekurangan. Bahkan, aplikasi ini disinyalir sebagai aplikasi berbahaya dan mendapat label “lebih baik tidak digunakan untuk melakukan pertemuan penting”. Bagaimana bisa demikian? Dilansir dari kompas.com, salah satu media ternama The Intercept melaporkan bahwa aplikasi ini ternyata tidak melakukan enkripsi untuk panggilan video yang dilakukan pengguna. Bahkan hal itu juga telah dikonfirmasi oleh juru bicara zoom. Menurutnya, saat ini tidak memungkinkan untuk menggunakan enkripsi end-to-end untuk panggilan video zoom. Zoom menggunakan kombinasi TCP dan UDP sebagai pengamanan. Protokol keamanan ini berbeda dengan sistem keamanan enkripsi end-to-end yang membuat komunikasi tidak dapat diintip oleh peretas.

Media teknologi Motherboard menemukan bahwa zoom telah membocorkan alamat email dan foto milik pengguna kepada orang asing. Zoom juga menyetorkan data-data pengguna ketika mereka membuka aplikasi ini kepada facebook untuk kepentingan pembuatan iklan.

Selain itu, terdapat pula fenomena yang disebut zoom bombing yaitu tentang celah security di zoom yang memungkinkan hacker dan orang iseng memanfaatkan celah keamanan dengan masuk ke sebuah pertemuan privat dan mengacau.

Namun, saat ini aplikasi zoom telah mengalami banyak pembaruan. Satu per satu celah kekurangan yang dikeluhkan oleh pengguna mulai ditutupi. Pihak zoom merespon baik atas segala ketidak nyamanan yang dialami oleh penggunanya mengingat aplikasi ini sudah banyak digunakan untuk hal-hal penting dan pribadi.

Terlepas dari berbahaya atau tidaknya aplikasi ini, semua pilihan bergantung pada pengguna itu sendiri. Bukankah kenyamanan dalam menggunakan sesuatu hanya dapat ditentukan oleh pengguna yang bersangkutan? Bahkan hanya para penggunalah yang dapat memutuskan untuk tetap menggunakan aplikasi ini atau beralih kepada aplikasi yang lainnya.

Penulis: Defa Septhya Amanda

Editor: Desi Rahma Sari

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!