ArtikelOpini

Apa itu Aklamasi?

Kata “aklamasi” kini mulai sering kita dengar, dimulai dari Bambang Soesatyo yang terpilih sebagai Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (Rakyat) periode 2019-2024 hingga Pemilihan Mahasiswa Raya (Pemira) Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) 2019 Universitas Sriwijaya (Unsri).

Kata aklamasi kerap digunakan dalam bidang politik, terlebih saat terjadi pemilihan pemimpin suatu partai, lembaga, atau organisasi. Namun, apakah ‘aklamasi’ itu sebenarnya?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aklamasi adalah pernyataan setuju secara lisan dari seluruh peserta rapat dan sebagainya terhadap suatu usul tanpa melalui pemungutan suara. Aklamasi dapat juga diartikan sebagai penyambutan terhadap pengangkatan pimpinan suatu negara atau pimpinan organisasi masyarakat.

Aklamasi berbeda dengan musyawarah, aklamasi adalah persetujuan yang dinyatakan secara lisan oleh seluruh peserta rapat atau musyawarah tanpa pemungutan suara. Sedangkan, musyawarah merupakan pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. Apabila tidak tercapai kesepakatan, tahap selanjutnya akan dilakukan pemungutan suara pada saat musyawarah.

Pada dasarnya, tidak ada yang salah saat seseorang menduduki suatu jabatan tertentu dalam suatu organisasi. Namun, saat muncul calon tunggal atau tidak ada pesaing dalam sebuah pemilihan karena memang dikondisikan itu perlu dikritisi. Pengondisian dapat berupa masalah uang, intimidasi, pencitraan, dan penciptaan suasana psikologis bahwa calon tunggal itu adalah calon paling kuat dan tidak ada yang bisa mengalahkannya. Pengkondisian tersebut juga dapat dilakukan dengan sengaja untuk mencapai tujuan politik tertentu. Hal-hal tersebut perlu kita kritisi karena dengan terpilihnya calon tunggal tersebut, maka kita secara otomatis tunduk atas kebijaksanaan yang dibuat oleh pemimpin tersebut. Oleh karena itu, kita harus kritis dalam menanggapi perihal calon tunggal ini.

Aklamasi juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri. Kelebihan dari aklamasi adalah proses pemilihan berlangsung dengan cepat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Kekurangannya sendiri ada pada ketidak sesuaian dengan kesepakatan bersama, karena pemilihan tidak dilakukan dengan asas kekeluargaan seperti yang tercantum dalam sila ke empat Pancasila dan dapat menggerus nilai demokrasi yang sudah lama tertanam di negeri ini.

 

Penulis : Rasmauli Aprianita Nainggolan

Editor : Royan Dwi Saputra

Facebook Comments

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *