EditorialOpini

Alih Fungsi Peran Mahasiswa dalam Menganalisis Permasalahan Kampus

Mahasiswa bagi masyarakat adalah sosok yang memiliki pemikiran idealis serta jiwa sosial yang bagus. Bahkan bagi mereka, mahasiswa memiliki tingkat kepekaan yang kuat terhadap lingkungan. Jiwa yang di anggap masyarakat sebagai sosok yang mampu memberikan perubahan untuk masa depan yang lebih baik. Ketika memiliki status mahasiswa maka ada peran yang harus dimainkan, terlebih menjadi sebuah amanah dari orangtua yang harus di perjuangkan. Peran mahasiswa cukup banyak, mulai dari tuntutan akademik yang menjadi kewajiban dan organisasi yang menjadi pelengkap atau hiburan.

Akademik dan organisasi, dua hal yang berbeda namun saling memiliki keterikatan. Dua hal yang menjadikan mahasiswa mampu melatih perkembangan diri, kepemimpinan, bahkan jiwa sosial hingga melatih kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan dalam kampus. Ketika terjadi sebuah permasalahan maka harus cepat diselesaikan, tapi nyatanya selalu ada mahasiswa hanya berdiam diri. Membisu bahkan bungkam seribu bahasa. Seakan-akan semua tak terjadi apa-apa. Hari ini mahasiswa mungkin tuli bahkan semakin enggan peduli terhadap ruang lingkup kampus ini.

Mahasiswa yang katanya memiliki jiwa sosial yang kuat, namun hanya sedikit ditemukan konsep tersebut dalam kehidupan nyata di fakultas tercinta. Semua hanya masalah yang dianggap kecil bahkan tak perlu diselesaikan. Bagaimana kita akan mampu menganalisis masalahan besar diluar sana. Sedangkan di rumah sendiri kita tak pernah ingin mencarikan solusi.

Peran mahasiswa menganalisis permasalahan kampus, memang sangatlah bagus bahkan harus menjadi agenda rutin seluruh mahasiswa. Peran mahasiswa yang seharusnya peka terhadap suatu permasalahan. Namun apa yang terjadi, justru ada banyak mahasiswa pura-pura diam dan tak melihat apa yang tejadi. Bahkan ada mahasiswa melakukan kajian organisasi hanya untuk memperlihatkan fotonya dalam melakukan aksi. Mahasiswa kini mengalami krisis eksistensi, mereka sibuk memperkuat opini sendiri tanpa tau bagaimana opini orang-orang disekitarnya. Berusaha memperkuat kelompok sendiri tapi menjatuhkan kelompok orang lain. Yang ada dipikiran hanyalah bagaimana mereka tetap terlihat dan tetap bertahan. Mau bagaimana lagi, begitulah realita yang kini terjadi. Ah sudahlah, semua hanyalah opini penulis yang hari ini mungkin terpublis.

Semua saling menyalahkan, siapa yang salah? Siapa yang benar? Hingga semua saling menuduh serta mengkambing hitamkan. Apakah ini yang namanya peran mahasiswa? Ada banyak mahasiswa yang berusaha membuka serta membahas permasalahan orang lain, tapi permasalahan sendiri masih belum bisa menyelesaikannya. Sudahkah kita berkaca, pada sesuatu yang hingga detik ini belum terselesaikan. Ini bukanlah opini untuk memihak pada suatu golongan. Tapi ini hanyalah opini seorang mahasiwa yang terpinggirkan.  Opini-opini yang membentuk sebuah tanda tanya besar, sedangkan di sisi lain kami dituntut untuk peka dengan lingkungan sekitar.

Mungkin peran mahasiswa abad 21 ini sudah beralih fungsi. Hanya ada dua keadaan yang bisa menggambarkan bagaimana hari ini. Mahasiwa yang diam akan dianggap apatis dan mahasiswa yang berpartisipasi akan dianggap sebagai mahasiswa yang lebih baik. Tidak ada yang salah akan opini demikian. Namun bisa jadi mahasiswa yang dianggap apatis tersebut merupakan sosok yang mampu menganalisis serta memberikan pemikiran cukup baik. Namun karena rasa takut dan tidak nyaman terhadap kondisi tertentu, mereka lebih memilih berdiam diri. Guna terhindar dari sebuah konflik yang dapat memberikan efek buruk terhadap dirinya.

Mari kita bersama melihat dan menganalisis permasalahan yang sederhana diruang lingkup terdekat. Jangan sampai kita melihat permasalahan besar diluar sana yang sejatinya memang penting tapi kita lupa masalah kecil kita sendiri. Masyarakat memang butuh kita yang menjadi penyambung aspirasi. Alangkah ironinya apabila kita bisa menilai buruk mereka yang diluar sana, namun tak melihat masalah apa yang terjadi pada diri kita hari ini. semoga kita dapat menjadi mahasiswa yang mampu memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk perubahan yang baik. Seperti yang diharapkan oleh mereka diluar sana, yang masih percaya terhadap peran mahasiswa dalam perubahan. Besar harapan mereka terhadap kita. Mereka percaya di negeri ini masih banyak sosok yang baik. Serta memikirkan masa depan mereka yang ter-marjinalkan oleh peraturan dan kebijakan tak berpihak.

Penulis:  Muslim

Editor : (yst)

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!