science

1 Mei, Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat

Hari Pembebasan Irian Barat diperingati 01 Mei disetiap tahunnya. Gerakan Trikora (Tri Komando Rakyat) adalah perselisihan 2 tahun yang dilancarkan Indonesia untuk menyatukan wilayah Papua bagian barat. Pada 19 Desember 1961, Soekarno (Presiden RI yang pertama) memberitahukan proses pelaksanaan Trikora di Alun-alun Utara Yogyakarta. Soekarno juga mendirikan Komando Mandala. Mayor Jendral Soeharto diangkat sebagai panglima. Tugas komando Mandala adalah merancang, menjadikan, dan melakukan operasi militer untuk menyatukan Papua bagian barat dengan Indonesia.

Dasar kejadian, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan seluruh wilayah Hindia Belanda, termasuk wilayah barat Pulau Papua. Namun, pihak Belanda berpendapat wilayah itu masih menjadi salah satu provinsi Kerajaan Belanda. Penguasa belanda kemudian memulai rancangan untuk menjadikan Papua negara merdeka selambat-lambatnya tahun 1970-an. Namun penguasa Indonesia menolak dan Papua menjadi daerah yang diperebutkan antara Indonesia dan Belanda. Hal ini kemudian di musyawarahkan dan dalam berbagai lembaga internasional.

Tahun 15 Agustus 1962 diperoleh perjanjian New York berisi penyerahan Papua bagian barat dari Belanda melalui United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Pada 1 Mei 1963 Papua bagian barat kembali ke Indonesia. Tahun 1969, diselenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang diatur oleh Jenderal Sarwo Edhi Wibowo. Berdasarkan anggota OPM Moses Werror beberapa minggu sebelum Pepera, angkatan bersenjata menangkap para pemimpin rakyat Papua dan mencoba merayu mereka dengan cara sogokan dan ancaman untuk memilih penyatuhan dengan Indonesia.

Pepera ini disaksikan oleh dua utusan PBB, namun mereka meninggalkan Papua setelah 200 suara (dari 1054) untuk pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat. Hasil Pepera adalah Papua bergabung dengan Indonesia, namun perihal ini dicurigai oleh kesatuan Papua Merdeka dan berbagai pengamat independen lainnya. Walaupun demikian, Amerika Serikat yang tidak ingin Indonesia bergabung dengan pihak komunis Uni Soviet, mendukung hasil ini. Kedudukan Papua bagian barat menjadi lebih pasti setelah diadakan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969, rakyat Papua bagian barat memilih tetap dalam lingkungan Republik Indonesia (RI). Tanggal 1 Mei 1963 upacara serah terima Irian Barat dari UNTEA kepada RI di Hollandia (Jayapura) pun terjadi. Papua bagian barat menjadi provinsi ke-26 Indonesia, dengan nama Irian Jaya.

Setelah Papua bagian barat disatukan dengan Indonesia sebagai Irian Jaya, Indonesia mengambil posisi sebagai berikut:
1. Papua bagian barat telah menjadi daerah Republik Indonesia sejak 17 Agustus 1945 namun masih dipegang oleh Belanda
2. Belanda berjanji menyerahkan Papua bagian barat kepada Indonesia dalam Konferensi Meja Bundar
3. Penyatuhan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah tindakan merebut kembali daerah Indonesia yang dikuasai Belanda
4. Penyatuhan Papua bagian barat dengan Indonesia adalah kehendak rakyat Papua.

Presiden Abdurrahman Wahid memberi otonomi khusus kepada provinsi Papua untuk meredam usaha pemisahan diri dari suatu persatuan pada tahun 2000-an. Provinsi tersebut, kemudian dibagi menjadi dua provinsi diantaranya Papua dan Irian Jaya Barat (sekarang Papua Barat) melalui instruksi Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2001.

Penulis: Jimmi Porwanto

Facebook Comments
Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!